GHIBAB DALAM SHOLAT

Suatu hari saya berjamaah shalat Maghrib bersama Kyai Sendal Jepit, guru sekaligus teman saya.
Saya benar2 tak menyangka, betapa guru yg saya agungkan ternyata belepotan dalam membaca ayat2 Al-qur’an. Tajwid maupun Mahraj yg harusnnya dipatuhi tapi malah di langgar. Saya jadi berburuk sangka dan berniat mengingatkannya setelah shalat.

Setelah menyelesaikan shalat, belum saya sempat menyampaikan keinginan hati, tiba2 kyai Sendal jepit berkata..

“Nak, Gusti اَللّهُ. Itu tak hanya melihat betapa fasih dan indahnya kamu melafalkan ayat-ayatNya, namun ia lebih melihat pada hatimu ketika menghadap-Nya. Apalah gunanya kefasihan dan keindahan bacaan jika hatimu tak hadir ketika sedang menyembah-Nya”

Nah, Lho, bagaimana kyai tau apa yg saya pikirkan…

___________________

“Kadar kecintaan dan penghambaan kita tak hanya diukur dari sisi syariat saja. Selain mengusahakan syariat, Sesungguhnya hakikatlah yang akan membawa diri kita masuk jauh lebih dalam Tuhan.”