NAFSU AMARAH

TASAWUF AL-HIKAM

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

HIKMAH 5 :
NAFSU AMARAH

Amarah adalah martabat nafsu yang paling rendah dan kotor di sisi hukum Allah untuk makhlukNya, segala yang terbit darinya adalah tindakan kejahatan yang merupakan dorongan sifat mazmumah (tercela). Pada level ini hati nurani tidak akan memancarkan sinarnya karena akan terhijab oleh dosa, lapisan lampu makrifat redup terselimuti nafsu. Bila dibiarkan terus hingga sinar hati nurani menjadi padam maka manusia jenis ini mencapai khatama (tertutup dan terkunci hatinya), tiada cara untuk mencari jalan menyucikannya lagi.
Karena hatinya terus kotor dan diselaputi oleh berbagai penyakit sampai akhir hayatnya.

Bagi mereka, konsep hidupnya adalah sekali, hingga kebutuhan utama hidupnya semata-mata untuk dinikmati sepuas-puasnya tanpa mengenal batas. Baik atau jahat itu sama saja di sisinya, bahkan ia merasa betah dalam keadaan seperti ini. Dia merasa sempurna sebagai makhluk yang ‘merasa’ terjadi dengan sendirinya secara alami dan kebetulan hingga segala sesuatu yang ia peroleh diyakininya atas jerih payahnya sendiri. Ia bergembira bila menerima nikmat, tetapi berduka cita dan mengeluh bila tertimpa kesusahan.

Amarah  adalah martabat nafsu yang paling rendah dan kotor di sisi Allah. Segala yang lahir darinya adalah tindakan kejahatan yang penuh dengan perlakuan mazmumah (kejahatan/ keburukan). Pada tahap ini hati nurani tidak akan mampu untuk memancarkan sinarnya karena hijab-hijab dosa yang melekat tebal, lapisan lampu makrifat benar-benar terkunci. Dan tidak ada usaha untuk mencari jalan menyucikannya. Kerana itulah hatinya terus kotor dan diselaputi oleh pelbagai penyakit. 

اَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ