POTENSI MANUSIA TERHAMBAT OLEH NAFSU

TASAWUF AL-HIKAM

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

HIKMAH 5 :
POTENSI MANUSIA TERHAMBAT OLEH NAFSU

Ada sekolompok orang menganggap hawa nafsu sebagai “syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia,” yang bertugas untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang. Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan.

Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya. Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan (dalam realita kehidupan). Maka dari itu mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan di jalur-jalur yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut. 

Nafsu mempunyai 2 pengertian yang mendasar, yakni:
1. Keinginan manusia yg bersemayam di segumpal daging sebesar kepalan tangan yang berada diantara dua lambung setiap badan, yang ada pada tiap insan yang menghubungkan kebutuhan jasad dengan ‘Latifah Rabbaniyah’ dan juga terdapat pada hewan tapi tidak memiliki jalur ‘Latifah Rabbaniyah’
(kelembutan ilahi).
2. Salah satu sebutan untuk kelakuan ‘Latifah Rabbaniyah’ pada setiap insan yang berkehendak pada kenyang, menang, senang dan tenang, yakni sesuatu yang ghaib yang tiada dapat dilihat dengan mata kasar. Ada 7 martabat nafsu, yang susunannya bisa berbeda-beda menurut para penuturnya.

سُبْحَانَ اللّهُ وَاَلْحَمْدُلِلّهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ ​اَللّهُ اَكْبَرُ